<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wicak Diary</title>
	<atom:link href="http://wicakp.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wicakp.wordpress.com</link>
	<description>Detik, menit, jam, dan hari bersama mereka yang terkena Kanker</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2008 07:35:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wicakp.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1fbded7a9723e3c10d5b23837966f9bc?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wicak Diary</title>
		<link>http://wicakp.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Arti Air Mata</title>
		<link>http://wicakp.wordpress.com/2008/11/19/arti-air-mata/</link>
		<comments>http://wicakp.wordpress.com/2008/11/19/arti-air-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 07:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wicakp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wicakp.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Jarang aku melihat Bapak menitikkan air mata. Yang aku ingat, Bapak sempat berkaca-kaca mata nya saat aku mengalami kecelakaan di kolam renang dan mengakibatkan gigi depan ku patah. Beliau sangat menyesali kenyataan bahwa anaknya harus memiliki gigi yang tidak utuh dan di jaket sedangkan dia sendiri adalah seorang dokter gigi. 
Setelah itu, air mata Bapak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=25&subd=wicakp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jarang aku melihat Bapak menitikkan air mata. Yang aku ingat, Bapak sempat berkaca-kaca mata nya saat aku mengalami kecelakaan di kolam renang dan mengakibatkan gigi depan ku patah. Beliau sangat menyesali kenyataan bahwa anaknya harus memiliki gigi yang tidak utuh dan di jaket sedangkan dia sendiri adalah seorang dokter gigi. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setelah itu, air mata Bapak yang pernah aku lihat adalah saat menikahkan kakak ku dan aku. Tugasnya sebagai orang tua untuk menghantarkan anaknya agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik telah ia penuhi. Mungkin juga nazar nya atau impinanya, yang alhamdulillah, Alloh takdirkan untuk dipenuhi, melihat kedua anaknya menikah. Takdir yang berbeda dari eyang. Kedua eyang dari Bapak telah meninggal dunia sebelum Bapak menikah dengan ibu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan terakhir kali aku melihat Bapak berkaca-kaca matanya adalah saat aku meminta maaf kepada beliau, di tempat tidur selama masa sakitnya. Betapa banyak kesalahanku kepadanya, yang aku sengaja aatupun tidak, rasanya sulit dimaafkan hanya dengan sebuah permintaan maaf itu. Kuharapkan Alloh dan Bapak telah menerima maafku.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ada yang mengatakan bahwa saat malaikat itu datang menjemput kita, dapat terlihat orang tersebut menitikkan air mata, karena menyaksikan rekaman kehidupan yang ia jalani berlalu di depan matanya. Aku tak tahu apakah Bapak menitikkan air mata juga saat itu karena waktu itu Ibu lah yang membimbing Bapak menghadapi sakaratul maut. Yang ku inginkan adalah, Bapak dapat melihat masa-masa yang paling membahagiakan dalam hidupnya, dan dari yang pernah Bapak ceritakan, masa-masa tersebut adalah saat bersama kami semua.</span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wicakp.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wicakp.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wicakp.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wicakp.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wicakp.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wicakp.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wicakp.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wicakp.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wicakp.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wicakp.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=25&subd=wicakp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wicakp.wordpress.com/2008/11/19/arti-air-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77cd986c173184233577eb538d45a9d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Wicak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berusaha-Berharap-Berdoa-Bersiap Untuk Yang Terbaik</title>
		<link>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/04/berusaha-berharap-berdoa-bersiap-untuk-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/04/berusaha-berharap-berdoa-bersiap-untuk-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 09:17:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wicakp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bapak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wicakp.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Saat aku menemani Bapak CT scan, aku berharap agar apa yang di dapat saat USG salah. Tak ada kanker, tak ada sirosis pada hatinya. Yang kami dapatkan adalah kanker yang hampir 75% dari hati dan sisanya hampir semuanya sirosis. Dokter mengatakan tak ada pilihan terapi lagi karena besarnya kanker dan tingginya SGOT-SGPT. Diusahakan agar SGOT-SGPT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=19&subd=wicakp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Saat aku menemani Bapak CT scan, aku berharap agar apa yang di dapat saat USG salah. Tak ada kanker, tak ada sirosis pada hatinya. Yang kami dapatkan adalah kanker yang hampir 75% dari hati dan sisanya hampir semuanya sirosis. Dokter mengatakan tak ada pilihan terapi lagi karena besarnya kanker dan tingginya SGOT-SGPT. Diusahakan agar SGOT-SGPT nya turun dahulu, baru dipikirkan rencana terapi untuk kankernya. Oleh karena itu Bapak harus One Day Care (ODC) dahulu, seminggu dua kali. Saat dokter mengatakan hal itu, hanya kami berdua. Ibu dan Bapak diminta menunggu di luar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”Kok pake rahasia-rahasiaan? Kenapa, aku sudah mau mati ya?” tanya Bapak. ”Tidak pak, tadi dokternya menjelaskan bahwa Bapak harus ODC dulu baru diterapi kankernya.” jawabku dengan senyum yang aku usahakan tanpa mata yang berkaca-kaca. Pertanyaan yang aku yakin sering ditanyakan oleh mereka yang didiagnosa kanker. Jawaban yang terbaik? Menurutku adalah jawaban yang membangkitkan semangat, baik untuk mereka penderita, maupun keluarganya. Ada saatnya kita sebagai anak atau anggota keluarga harus mengambil tanggung jawab sebagai orang yang tangguh untuk mereka. Atau paling tidak yang terlihat tangguh.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bila kedokteran modern sudah tidak memberikan harapan, pengobatan alternatif dapat dicoba. Tentu saja selama tidak berbau musyrik, setiap usaha untuk mendapatkan kesembuhan dari Alloh memiliki jalan yang berbeda-beda. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Harapannya agar pengobatan alternatif ini dapat membawa kesembuhan. Tidak terlalu muluk bila setiap usaha yang kita jalani, berharap mendapatkan hasil yang terbaik pula. Dan dalam kasus ini, kami berharap Bapak diberikan kesembuhan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Berdoa jangan dilupakan. Sudah sifat manusia sepertinya, saat kita sedang ditimpa kesulitan, tiba-tiba saja rindu akan dekat dengan Sang Pencipta begitu besar. Tetapi bila sedang diberikan kesenangan, kita sering lupa kepada-Nya. Dari yag pernah aku dengar dari penceramah di kuliah subuh, Rasululloh lebih takut bila kita tidak lulus ujian berupa cobaan saat diberikan berkah, bukan saat diberikan musibah. Karena saat kita mendapatkan berkah, apakah kita ingat bahwa berkah dari-Nya itu juga adalah cobaan? Dan apakah kita dapat lulus dari ujian tersebut dengan menjaga amanahnya? Kalau aku berkaca, aku sering gagal saat diberikan ujian ini.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mungkin dengan cobaan ini, Alloh mengharapkan agar kami lebih dekat dengan-Nya. Aku, ibu, dan mbakku harus lebih kuat dan khusyuk lagi dalam sholat dan doa kami. Juga jangan dilupakan untuk membantu Bapak melewati masa-masa ini dengan sholat dan doa yang lebih baik lagi. Pertanyaan ”Mengapa saya?” mungkin pernah Bapak tanyakan dalam hatinya. Kita harus membantu mereka yang kita cintai melewati pertanyaan itu dengan lebih mendekat kepada-Nya. Kembalikan bahagia dan sedihmu kepada Alloh.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setelah berdoa, berusaha, dan berharap yang terbaik, tibalah pada tahapan yang tidak kalah pentingnya. Bersiap untuk yang terbaik. Pengertian yang terbaik mungkin berbeda antara kita dan Sang Pencipta dan Pemilik hidup ini. Kita pasti siap dengan kesembuhan. Karena itu pasti yang kita harapkan. Bagaimana kalau definisi yang terbaik itu benar-benar berbeda? Siapkah kita? Atau malah kita yang akan bertanya, ”Mengapa saya?”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik. Siapakah kita yang berani menentukan mana yang lebih baik selain dari kehendak-Nya? Siapakah kita bila berani mengatakan bahwa keputusan-Nya tidak adil untuk kita, saat kita berhadapan dengan Sang Maha Adil? Kita tak tahu apa adil itu, apa yang terbaik, karena kita hanya melihat dari sudut pandang kita. Saat Bapak mulai sakit, aku mencoba membayangkan bagaimana bila yang terbaik untuk Bapak adalah kembali kepada-Nya. Sedih dan air mata pasti terjadi, tetapi saat yang terbaik itu benar-benar terjadi, kita sudah lebih tegar. Karena kita sadar bahwa itu adalah memang yang terbaik untuk mereka yang kita cintai.</span></span></span></p>
<p><span lang="FI"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan Alloh memang memberikan yang terbaik untuk Bapak&#8230;</span></span></span></p>
<p></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wicakp.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wicakp.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wicakp.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wicakp.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wicakp.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wicakp.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wicakp.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wicakp.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wicakp.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wicakp.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wicakp.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wicakp.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=19&subd=wicakp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/04/berusaha-berharap-berdoa-bersiap-untuk-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77cd986c173184233577eb538d45a9d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Wicak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhtiar</title>
		<link>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/ikhtiar/</link>
		<comments>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/ikhtiar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 08:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wicakp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bapak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wicakp.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[”Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan”
”Sempurnakan ibadah dan ikhtiar mu dan pasrahkan takdirmu pada-Nya”
Kira-kira itulah yang pernah aku dengar dari kuliah subuh selama ini. 
Rasululloh yakin bahwa tak ada sehelai rambut beliau yang dapat jatuh tanpa restu dari Alloh. Tetapi saat berperang, beliau tetap memberikan ikhtiar yang terbaik dengan menggunakan baju perang 2 lapis. Ikhtiar sesempurna [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=14&subd=wicakp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">”Sempurnakan ibadah dan ikhtiar mu dan pasrahkan takdirmu pada-Nya”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kira-kira itulah yang pernah aku dengar dari kuliah subuh selama ini. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Rasululloh yakin bahwa tak ada sehelai rambut beliau yang dapat jatuh tanpa restu dari Alloh. Tetapi saat berperang, beliau tetap memberikan ikhtiar yang terbaik dengan menggunakan baju perang 2 lapis. Ikhtiar sesempurna mungkin, baru kita pasrahkan hasilnya pada Alloh.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Saat dokter telah memvonis diagnosanya kepada Bapak, rasanya hancur semua harapan. Dari hasil laboratorium, USG, sampai CT Scan. Setiap memulai pemeriksaan aku berharap ada kesalahan dari pemeriksaan sebelumnya dan keajaiban itu datang. Tetapi hasil pemeriksaan itu selalu mendukung satu dan lainnya. Hasilnya tetap pada diagnosa awal.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dokterpun sudah angkat tangan. Harapannya hanya 4-6 bulan paling lama. Hanya anjuran One Day Care saja untuk memperbaiki kondisi Bapak. Hal ini kami jalani. Tetapi tidak menutup niat dan usaha kami untuk mencari pengobatan lainnya. Pengobatan alternatif. Ku coba menghubungi mereka yang aku kenal untuk mengetahui bila ada referensi pengobatan alternatif. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan pengobatan alternatif di daerah Bekasi. Modelnya adalah doa dan herbal.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sepupuku pun memberikan pengobatan alternatif dengan Habbatussauda (jinten hitam / Nigella sativa) dan sari kurma. ”Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian&#8221; {Shohih HR Bukhori, no. 5688; Fathul Baari, X/143; dan Muslim, no. 2215}” begitu aku baca dari literatur-literatur. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Aku tak akan menyerah, bapak tak boleh menyerah, kami tak boleh menyerah. Selama takdir Alloh belum datang, ikhtiar terbaik harus kami lakukan untuk kesembuhan Bapak.</span></span></span></p>
<div></div>
<p><span lang="SV"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Yakinlah bahwa tak ada satu orang dokter pun atau pengobatan alternatif di seluruh dunia ini yang dapat mengobati penyakit yang paling gampang pun kecuali atas ijin Alloh. Selama kita yakin bahwa yang Maha Menyembuhkan adalah Alloh, semua cara dan jalan penyembuhan yang Dia restui (tentu saja bukan yang berbau musyrik) harus kita coba&#8230;</span></span></span></p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sempurnakan ikhtiar, takdir di tangan Alloh&#8230;</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wicakp.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wicakp.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wicakp.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wicakp.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wicakp.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wicakp.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wicakp.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wicakp.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wicakp.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wicakp.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wicakp.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wicakp.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=14&subd=wicakp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/ikhtiar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77cd986c173184233577eb538d45a9d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Wicak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senyuman</title>
		<link>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/senyuman/</link>
		<comments>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/senyuman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 08:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wicakp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bapak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wicakp.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Senyummu akan membuat orang lain bahagia. Oleh karena itu, selalulah tersenyum.
Jujur saja, bila tidak ditarik lebar-lebar otot-otot wajah ini, senyum itu tidak dapat terbentuk. Bila difoto, aku pun sering terlihat manyun, tidak tersenyum. Aku menyalahkan bentuk tengkorak dan otot ku yang dari sananya. Tetapi sebenarnya karena memang aku tidak berusaha untuk itu.
Tetapi di saat-saat seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=11&subd=wicakp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV">Senyummu akan membuat orang lain bahagia. </span><span lang="FI">Oleh karena itu, selalulah tersenyum.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Jujur saja, bila tidak ditarik lebar-lebar otot-otot wajah ini, senyum itu tidak dapat terbentuk. Bila difoto, aku pun sering terlihat manyun, tidak tersenyum. Aku menyalahkan bentuk tengkorak dan otot ku yang dari sananya. Tetapi sebenarnya karena memang aku tidak berusaha untuk itu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Tetapi di saat-saat seperti ini, senyuman itu sangat berarti untuk membuat mereka yang kita cintai tidak melihat kesedihan kita dan untuk menumbuhkan semangat pada diri mereka.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sejak mengetahui diagnosa Bapak, sudah aku tekadkan pantang untuk meneteskan air mata di depannya. Bapak harus tetap bersemangat dan untuk itupun aku harus terlihat bersemangat. Senyuman pun akan membawa kebahagiaan kepadanya. Apalagi yang dapat kita berikan kepada mereka yang kita cintai dengan gratis tetapi memberikan efek yang paling dhasyat selain ”Senyuman”.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Harapanku, dengan senyuman itu, rasa sakit yang Bapak rasakan akan dapat dikurangi. Paling tidak, akan membuat dia jadi lebih bahagia&#8230;</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wicakp.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wicakp.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wicakp.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wicakp.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wicakp.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wicakp.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wicakp.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wicakp.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wicakp.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wicakp.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wicakp.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wicakp.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=11&subd=wicakp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/senyuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77cd986c173184233577eb538d45a9d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Wicak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Permintaan Maaf</title>
		<link>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/permintaan-maaf/</link>
		<comments>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/permintaan-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 08:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wicakp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bapak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wicakp.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pertama mendengar diagnosa bapak, bagitu banyak hal yang terpikirkan oleh ku. Apa saja yang belum pernah aku lakukan bersamanya, apa saja kesalahanku selama ini, dan sikapku selama ini kepadanya. Aku tidak akan mengatakan bahwa aku memiliki hubungan yang sangat akrab dengan dirinya. Karena memang hubungan kami tidak pernah seakrab cerita dalam sinetron. Bapak orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=8&subd=wicakp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="NL"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Sejak pertama mendengar diagnosa bapak, bagitu banyak hal yang terpikirkan oleh ku. Apa saja yang belum pernah aku lakukan bersamanya, apa saja kesalahanku selama ini, dan sikapku selama ini kepadanya. Aku tidak akan mengatakan bahwa aku memiliki hubungan yang sangat akrab dengan dirinya. Karena memang hubungan kami tidak pernah seakrab cerita dalam sinetron. Bapak orang yang tegas dan keras. Dan aku pun memiliki watak yang kurang lebih sama, sehingga dapat dibayangkan seringnya kami beradu argumentasi bahkan mengenai hal-hal yang kecil sekalipun. Dibalik itu semua, aku mengerti sekali bahwa bapak sangat mencintai keluarganya termasuk diriku. Akupun mencintai bapak,walau kadang kala aku menunjukkannya dengan cara yang lain. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="NL"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Banyak rasanya salahku kepada bapak. Dari aku belum dapat memenuhi harapannya, seringnya aku melanggar nasihatnya, belum dapat ku balas jasanya, dan bahkan seringnya aku lebih memilih menonton film di kamar dari pada duduk di depan tivi bersamanya. Saat ini semua itu sudah tidak berarti.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="NL"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bila ku ingat, saat bapak mulai terlihat sakit di bulan Mei, keinginan utntuk meminta maaf kepada beliau selalu menghantuiku. Kata maaf itu sulit diucapkan tanpa meneteskan air mata. Sedangkan air mata itu yang tak ingin aku tunjukkan di depannya. Aku tak ingin ia melihat kami seperti tak ikhlas dengan cobaan dari Alloh.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="NL"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setelah sholat berjamaah dengan Bapak, ku kumpulkan semua tekad untuk mengatakannya. Sulit menahan air mata ini untuk tidak jatuh. Paling tidak mata berkaca-kaca. Aku dan Bapak sama-sama berkaca-kacanya. “Maafkan anak mu ini Pak, selama ini aku pasti banyak melakukan kesalahan kepada bapak, belum dapat membanggakan dirimu, belum dapat memenuhi keinginanmu, dan sering menyakitimu.”</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Permintaan maaf yang ternyata menjadi yang terakhir kepada Bapak&#8230;</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wicakp.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wicakp.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wicakp.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wicakp.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wicakp.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wicakp.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wicakp.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wicakp.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wicakp.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wicakp.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wicakp.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wicakp.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=8&subd=wicakp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/permintaan-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77cd986c173184233577eb538d45a9d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Wicak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beribadah Bersama</title>
		<link>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/beribadah-bersama/</link>
		<comments>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/beribadah-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 08:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wicakp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bapak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wicakp.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Kapan kita terakhir beribadah bersama orang tua kita? Bila sedang tidak kerja, aku selalu sholat jumat bersama bapak di masjid dekat rumah. Tetapi selama di rumah, jarang sekali kami sholat berjamaah bersama. Entah karena aku yang malas, atau karena waktunya tidak bersamaan. Tetapi yang pasti, karena aku tidak pernah memintanya. 
Mengapa pada saat-saat seperti ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=5&subd=wicakp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kapan kita terakhir beribadah bersama orang tua kita? Bila sedang tidak kerja, aku selalu sholat jumat bersama bapak di masjid dekat rumah. Tetapi selama di rumah, jarang sekali kami sholat berjamaah bersama. Entah karena aku yang malas, atau karena waktunya tidak bersamaan. Tetapi yang pasti, karena aku tidak pernah memintanya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mengapa pada saat-saat seperti ini, kita baru sadar, bahwa yang kita sayangi dan cintai begitu berharganya. Untuk yang dapat beribadah bersama dengan mereka yang dicintai, itulah saat yang paling indah. Percayalah, rasanya akan berbeda bila kita sendirian. Untuk yang belum memiliki waktu selama ini, cobalah untuk adakan niat untuk itu. Waktu pasti ada, hanya sering kali niat itu yang tidak pernah ada.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI">Sejak sakit awal Mei, Bapak tidak dapat sholat berdiri. Sudah tidak kuat. Saat sholat subuh, Bapak masih kuat sholat dalam keadaan duduk dengan menyandar ke lemari. Tetapi saat sholat Magrib dan Isya, pasti dalam keadaan berbaring. Sehingga sholat berjamaahnya pun dilakukan Bapak dalam keadaan berbaring. Terus terang, saat ini aku menjadi imam untuk sholat berjamaah dengan Bapak. </span><span lang="SV">Selama ini bila kami sholat berjamaah, Bapak selalu yang menjadi imam. Dan itu semua seingatku, terakhir saat aku masih SMP. Hampir 20 tahun yang lalu&#8230;</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Waktu berlalu begitu saja. Waktu yang begitu berharga untuk dapat dekat dengan Alloh bersama mereka yang kita cintai. Seandainya waktu itu dapat diputar ulang&#8230;</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wicakp.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wicakp.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wicakp.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wicakp.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wicakp.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wicakp.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wicakp.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wicakp.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wicakp.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wicakp.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wicakp.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wicakp.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=5&subd=wicakp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wicakp.wordpress.com/2008/07/03/beribadah-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77cd986c173184233577eb538d45a9d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Wicak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menerima Kenyataan</title>
		<link>http://wicakp.wordpress.com/2008/06/20/menerima-kenyataan/</link>
		<comments>http://wicakp.wordpress.com/2008/06/20/menerima-kenyataan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 09:02:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wicakp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bapak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wicakp.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Saat pertama kali aku mendengar kabar tersebut dari ibu, air mata ini tak dapat berhenti menetes. Sampai saat ini pun bila aku ingat, masih berkaca-kaca. Awal bulan Mei yang lalu di sabtu pagi itu, ibu mengabarkan bahwa bapak telah didiagnosa kanker hati. Dokter yang juga masih saudara kami mengatakan bahwa keadaannya bisa terjadi dengan sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=4&subd=wicakp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Saat pertama kali aku mendengar kabar tersebut dari ibu, air mata ini tak dapat berhenti menetes. Sampai saat ini pun bila aku ingat, masih berkaca-kaca. Awal bulan Mei yang lalu di sabtu pagi itu, ibu mengabarkan bahwa bapak telah didiagnosa kanker hati. Dokter yang juga masih saudara kami mengatakan bahwa keadaannya bisa terjadi dengan sangat cepat. Dalam 4 sampai 6 bulan, keadaan bapak bisa menjadi sangat memburuk. ”Bapak di senang-senangkan. Berikan yang terbaik” kata-katanya masih terngiang di kepalaku.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Selama ini bapak tidak pernah mengeluh sakit ini dan itu. Sampai awal bulan April, bapak mulai sering diare, yang sulit untuk berhentinya. Walau akhirnya diare bapak berhenti persis sebelum bapak dan ibu berangkat ke Surabaya, untuk menghadiri pernikahan sepupuku, berat badan bapak sudah merosot banyak. Bapak tetap berkeras ingin berangkat walau masih lemah, ingin bertemu dengan cucu di sana dan ndak enak bila tidak datang. Karena keluarga om-tanteku datang ke pernikahanku di Semarang di bulan Februari yang lalu. Sesampainya di sana, ibu mengabarkan bapak terlihat lemah dan lebih banyak berbaring di tempat tidur, tidak mengerjakan ini dan itu seperti biasanya bila datang ke rumah di Surabaya. Setelah datang ke adik ibu yang juga dokter, kemudian dianjurkan untuk periksa lab dan usg. Hasilnya sungguh memukul kami semua. Rasanya tak ingin ku percaya kenyataan yang pahit ini. Ku tahu dosaku begitu banyak, tetapi mengapa harus bapak dan keluarga kami yang menanggung semuanya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Air mataku terus meleleh pagi itu. Astri memelukku dan menanyakan apakah aku perlu segera menyusul ibu-bapak ke Surabaya. ”Tidak perlu,” jawabku, ”Ibu-bapak akan pulang hari Senin.” Bapak menolak keinginan ibu naik pesawat agar bapak tidak terlalu kelelahan. ”Aku masih kuat naik kereta.” kata ibu menirukan bapak waktu itu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IT">Rasanya dunia ini tidak adil. Kedekatanku dengan bapak memang tidak seindah cerita dalam novel anak lelaki dan bapaknya. Sering kali hubungan kami diwarnai perbedaan pendapat. Alasanku selalu karena kami berbeda generasi. Yang bila kurenungkan lagi, sebenarnya karena aku sangat mirip dengan bapak. </span><span lang="FI">Sama-sama keras kepala singkatnya. Entah kenapa aku sulit menghentikan air mataku saat itu. Mungkin karena aku menyesali kualitas hubungan kami selama ini, mungkin juga karena ego ku yang tak ingin kehilangan diriya. Yang ku tahu pasti, berita itu telah mengiris hati dan mata ku. Keduanya terus meneteskan kesedihan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Ibu menerimanya kenyataan ini tanpa berkomentar apapun. Kesediahan nampak di raut wajahnya. Mata yang terkadang berkaca-kaca menahan jatuhnya air mata.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bapak seperti biasanya tidak banyak bicara. Hanya terdiam. Bagi bapak yang terpenting tidak pernah ingin menyusahkan anak-istrinya. Dia tak ingin menjadi beban bagi kami.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="FI"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagaimana ku dapat menerima kenyataan ini bila terbayang bagaimana perjalanan penyakit yang akan bapak alami. Nyeri yang berkepanjangan, diare, lemah, mata yang menguning, dan mungkin juga muntah / buang air besar darah. Hal terburuk selalu menghantuiku. Ku cari jawabnya diantara sholat dan doa ku. Ya Alloh, bagaimana caraku untuk dapat menerima semua ini.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="FI">Ku coba mendengarkan kulai subuh di radio saat berangkat ke kantor. Dari AA Gym dan Ustad Miftah menyebutkan bahwa setiap cobaan itu adalah episode dalam hidup. Sebuah musibah adalah cobaan yang berat dari Nya. Bagaimana kita tetap teguh iman dalam musibah itu, akan menjadi catatan kenaikan tingkat keimanan dan ketakwaan kita.Tetapi bila diberikan berkah, maka itu adalah cobaan yang lebih berat lagi. Karena manusia lebih sering lupa akan keimanannya saat berbahagia dengan berkah dari Nya. </span><span lang="SV">Dan kita sebagai manusia, lebih sering tidak lulus ujian saat diberikan berkah tersebut.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Koreksi diriku bila kurang tepat mencerna kutbah mereka. Bila ujian itu berupa sakit, dikatakan juga sebagai salah satu cara untuk meluruhkan dosa dan kesalahan kita. Bapak seperti manusia lainnya, pasti tidak luput dari kesalahan dan dosa. Mungkin ini memang rencana Alloh untuk meluruhkan dosa bapak, terlepas besar ataupun kecil, sehingga bila saatnya tiba bapak akan menghadap Alloh dengan catatan dosa yang sudah terhapuskan. Itu menjadi penghiburku untuk menerima kenyataan ini.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mungkin ini juga peringatan dari Alloh agar kami sekeluarga lebih baik lagi dalam beribadah. Mungkin sholat kami masih kurang khusyuk, amal kami masih kurang, ataupun kesalahan-kesalahan lainnya yang bial dituliskan tidak akan selesai-selesai. Alhamdulillah, kami masih diingatkan oleh-Nya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Setiap doa ku, aku terus berharap agar Alloh memberikan bapak kemudahan untuk mendapatkan kesembuhan dan diberikan yang terbaik.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span lang="NL"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Dan Alloh pun memberikan yang terbaik.</span></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wicakp.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wicakp.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wicakp.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wicakp.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wicakp.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wicakp.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wicakp.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wicakp.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wicakp.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wicakp.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wicakp.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wicakp.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=4&subd=wicakp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wicakp.wordpress.com/2008/06/20/menerima-kenyataan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77cd986c173184233577eb538d45a9d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Wicak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Test</title>
		<link>http://wicakp.wordpress.com/2008/06/20/test/</link>
		<comments>http://wicakp.wordpress.com/2008/06/20/test/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 08:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wicakp</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wicakp.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Percobaan
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=3&subd=wicakp&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Percobaan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wicakp.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wicakp.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wicakp.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wicakp.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wicakp.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wicakp.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wicakp.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wicakp.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wicakp.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wicakp.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wicakp.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wicakp.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wicakp.wordpress.com&blog=2103700&post=3&subd=wicakp&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wicakp.wordpress.com/2008/06/20/test/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/77cd986c173184233577eb538d45a9d4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Wicak</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>